Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

24 Juli 2009

Asal Manusia dari Luar Angkasa?

Asal muasal kehidupan merupakan misteri yang selalu menantang ilmuwan. Teori anyar menyatakan bahwa kehidupan dimulai dari ruang angkasa, bukan dari bumi. Bahkan dikatakan bahwa jantung komet adalah sumber hidup kita.

Aneh? Setidaknya itu menurut pakar astrobiologi Chandra Wickramasinghe dari Cardiff University, Inggris. Bersama timnya, ia melakukan kalkulasi yang memperlihatkan bahwa satu triliun triliun kali dipastikan hidup berasal dari komet yang pekat, bukan dari bumi.

“Komet-komet dan kolam tanah berair hangat melatari terjadinya transformasi molekul organik menjadi struktur kehidupan dalam komet,” jelas Wickramasinghe seperti yang dikutip AP belum lama ini. “Transformasi itu terjadi pada suatu galaksi di luar sana, bukan di bumi.”

Temuan ini secara detail dipublikasikan di International Journal of Astrobiology. Sumber kehidupan itu dibawa oleh komet yang jaruh ke bumi, sehingga munculah kehidupan seperti saat ini. Tapi ide tersebut dibantah oleh banyak ilmuwan lain sebab kurang didukung dengan bukti cukup.

Spekulasi
“Bagi saya kesimpulan itu didasari oleh spekulasi-spekulasi saja, tak ada yang didasarkan bukti. Teori itu mengawang-ngawang, tidak membumi dengan fakta-fakta ilmiah,” komentar David Morrison, ilmuwan senior Ames Research Center in Moffett Field, California di bawah naungan NASA.

Ide yang dikemukakan Wickramasinghe dan timnya ini didasari dengan asumsi bahwa komet penuh dengan partikel tanah yang mampu menahan air dalam cairan ion. Dibantah oleh Morrison bahwa saat komet banyak berjatuhan ke bumi, bumi hanya mengandung sedikit tanah liat, adalah asumsi belaka.

Teori kehidupan berasal dari komet juga disangsikan oleh pakar biokimia asal Rutgers University, Paul Falkowski. Bersama timnya, Falkowski pernah melakukan studi yang membuktikan bahwa sangat sulit sumber kehidupan bisa bertahan tanpa perlindungan di angkasa luar sana. Studinya yang dipublikasikan 6 Agustus silam di Proceedings of the National Academy of Sciences, memperlihatkan bahwa DNA mikrobial yang merupakan sumbe rkjehidupan tidak bisa bertahan lebih dari 1,1 juta tahun. Falkowski sempat menemukan DNA mikrobial dalam kondisi rusak di Antartika yang diprediksi berusia 8 juta tahun.

Setelah lebih dari 1,1 juta tahun, maka DNA tidak mungkin bisa berkembang menjadi kehidupan. Dengan perjalanan sinar kosmik di anngasa, sulit dipastkkan bahwa DNA atau molekul organik lain bisa bertahan hidup. Terlebih lagi level radiasi di luar sana lebih tinggi dibanding bumi.

sumber: netsains.com : Saiful Anwar

11 Juni 2009

Sekedar Mengingatkan

Nih jaman emang udah ga karuan. Ngomong asal-asalan. Nulis semaunya sendiri. Pokoknya gitu deh. Sebenarnya tuh merugikan orang lain dan terutama diri sendiri.

Maksud dari konteks "sekedar mengingatkan" disini, saya ngingetin jangan deh nulis sembarangan di kertas, batu, tembok, .... atau di dunia maya seperti sekarang ini. Misalnya nulis hewan berkaki empat, alat kelamin, dan hal-hal yang berbau tidak mengenakkan.

Meskipun dah lama saya ga dengar ceramah Pak Ustadz di tempat saya, tapi baru-baru ini saya mimpi dan ingat pesan Pak Ustadz. Dalilnya sih saya ga ingat, tapi intinya gini : barang siapa yang menulis kata / kalimat kebaikan dan kemudian ada orang lain membacanya, niscaya Allah SWT akan memberikan pahala untuknya. Apabila tulisan itu berisi tentang kejelekan-kejelakan / kemaksiatan kemudian sampai dibaca oleh orang lain, dosa akan terus mengalir kepada penulis tersebut. Apalagi kalau dibaca oleh banyak orang dan kejelekan yang telah ditulis itu dipraktekan oleh yang baca, nauzubillah min dzalik.

Tapi masih sering kita temui tulisan yang ga baik dan terlihat secara umum, kasian tuh orang yang nulis. Alangkah baiknya bila kita menghapusnya untuk menolong mereka yang lalai.

Nha... sekarang sudah paham kan?

Tuh cuman tulisan, apalagi kalau masalah provokasi, fitnah, atau nyebarin majalah mapupun video bokep. Aduuuuuhhhh........ ehmmm... parah, ngik!

Pesan terakhir saya, hati-hatilah dalam menulis, mengucap, atau perilaku lain yang bisa merugikan diri kita sendiri.
Ingat bos... ' urip mung mampir ngombe ' http://smileys.on-my-web.com/repository/Drinks/drinking-3.gif

Wassalam..

20 Mei 2009

Misteri Laut Merah Terbelah : Nabi Musa AS

Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.


Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.


Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat

Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

sumber : http://anwar-43.blogspot.com/2009/05/mukjizat-nabi-musa.html